Selasa, 10 Januari 2017

BAB 6 Pemasaran

BAB 6



Pemasaran
1.     Pengertian pasar dan pemasaran
a.       Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa. Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli.  Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.

b.       Pemasaran (bahasa Inggris: marketing) adalah aktivitas, serangkaian institusi, dan proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat umum.


1.     Jenis-jenis pasar
A.    Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya :
·         Pasar nyata, yaitu pasar dimana barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
·         Pasar abstrak, yaitu pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
B.    Jenis pasar menurut cara transaksinya :
·         Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
·         Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.
C.    Jenis – Jenis Pasar menurut jenis barangnya, yaitu pasar yang hanya menjual satu jenis barang tertentu. Misalnya : pasar hewan,pasar sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak.
D.    Jenis – Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi. Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:
·         Pasar lokal
·         Pasar daerah
·         Pasar nasional
·         Pasar internasional
E.    Jenis-jenis Pasar Menurut Bentuk dan Strukturnya :
·         Pasar persaingan sempurna (Pasar persaingan murni) adalah pasar di mana terdapat banyak penjual dan pembeli dan mereka sudah sama-sama mengetahui keadaan pasar. Pasar persaingan sempurna memiliki ciri-ciri berikut ini :
1) Banyak penjual dan pembeli.
2) Barang yang diperjualbelikan sejenis (homogen).
3) Penjual maupun pembeli memiliki informasi yang lengkap tentang pasar.
4) Harga ditentukan oleh pasar.
5) Semua faktor produksi bebas masuk dan keluar pasar.
6) Tidak ada campur tangan pemerintah.
Contoh : pasar hasil-hasil pertanian.
·         Pasar Persaingan Tidak Sempurna adalah kebalikan dari pasar persaingan sempurna yaitu pasar yang terdiri atas sedikit penjual dan banyak pembeli. Pada pasar ini penjual dapat menentukan harga barang. Barang yang diperjualbelikan jenisnya heterogen (berbagai jenis barang). Berikut ini contoh  Pasar persaingan tidak sempurna :
1.     Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah pasar yang terjadi apabila seluruh penawaran terhadap sejenis barang pada pasar dikuasai oleh seorang penjual atau sejumlah penjual tertentu.  Contoh :
2.      Pasar Persaingan Monopolistis
Pasar persaingan monopolistis adalah pasar dengan banyak penjual yang menghasilkan barang yang berbeda corak. Pasar ini banyak dijumpai pada sektor jasa dan perdagangan eceran. Contoh : jasa salon, angkutan, toko obat/apotik, dan toko kelontong.
3.      Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri atas beberapa penjual untuk suatu barang tertentu, sehingga antara penjual yang satu dengan yang lainnya bisa memengaruhi harga. Contoh: Perusahaan menjual mobil dan sepeda motor, perusahaan rokok, industri telekomunikasi, dan perusahaan semen.
F.    Jenis – jenis pasar dilihat dari segi waktu kejadian
·         Pasar harian, yaitu pasar yang terjadi tiap hari.
·         Pasar mingguan, yaitu pasar yang terjadi kurang lebih seminggu satu kali.
·         Pasar bulanan, yaitu pasar yang terjadi kurang lebih sebulan satu kali.
·         Pasar tahunan, yaitu pasar yang terjadi kurang lebih setahun sekali.
2.     Konsep-konsep pemasaran
konsep pemasaran merupakan filosofi yang harus ada dalam sebuah entitas dalam rangka menganalisa kebutuhan pelanggan (konsumen) kemudian membuat keputusan untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut dengan cara yang lebih baik dibandingkan dengan entitas lainnya (kompetitor).
3.     Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980).
a.     Keadaan permintaan dan tugas pasar :
    Ada delapan keadaan permintaan yaitu:
     1)      Permintaan negatif
     2)     Tidak ada permintaan
      3)      Permintaan terpendam
      4)      Permintaan menurun
     5)      Permintaan yang tidak beratuaran
    6)      Permintaan penuh
     7)      Permintaan yang berlebihan
     8)      Permintaan yang tidak sehat

b.      Falsafah manajemen pemasaran
Segala aktivitas haruslah dilandasi oleh falsafah. Falsafah pemasaran harus menjadi pedoman seluruh aktivitas pemasaran. Terdapat 5 falsafah/pedoman yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk menjalankan aktivitas pemasaran, yaitu:
•           Production Concept
Konsumen lebih menyukai produk yang tersedia secara luas dan murah harganya
•           Product Concept
Konsumen  menyukai produk produk yang menawarkan kualitas, dan kinerja terbaik, serta fitur fitur yang inovatif
•           Selling Concept
Konsumen dan pebisnis hanya akan membeli produk yang melakukan usaha usaha pemasaran yang aktif. Konsumen tidak akan membeli jika tidak ada usaha pemasaran yang gencar
•           Marketing Concept
Kunci pencapaian sasaran organisasi adalah seberapa efektif suatu perusahaan dalam menciptakan, menyampaikan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang lebih superior kepada target pasarnya disbanding dengan pesaingnya
·               Holistic Marketing Concept
Merupakan konsep menyeluruh atas relationship marketing, integrated marketing, internal marketing, social responsibility marketing .


4.     Bauran Pemasaran (4P)
a.     Produk : kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran meliputi : ragam, kualitas, desain. fitur, nama merek,  dan kemasan.
b.    Price : sejumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk meliputi: daftar harga, diskon potongan harga, periode pembayaran, dan persyaratan kredit.
c.     Place : kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran meliputi: Lokasi, saluran distribusi, persediaan, transportasi dan logistik.
d.    Promotion : aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya meliputi : Iklan dan promosi penjualan.
5.     Tujuan Sistem Pemasaran
a)    Memaksimumkan konsumsi, artinya adalah bahwa semakin banyak konsumen membeli dan memakai suatu produk akan lebih baik karena konsumsi yang maksimum pada akirnya akan mencitakan prosuksi, kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat umum.
b)    Memaksimumkan kepuasan konsumen, yaiu dengan cara membuat sistem keluhan dan saran, dan mengadakan survei kepuasan konsumen.
c)    Memaksimumkan pilihan, maksudnya adalah sistem pemasaran juga dipercaya berpengauh dalam timbulnya beranekaragaman produk, baik itu produk dan satu produsen, maupun produk dan para pesaing dengan adanya beraneka ragam produk, maka konsumen atau pembeli memiliki kekuatan adu tawar yang lebih tinggi. Konsumen berhak memilih produk mana yang di sukai sesuai dengan keinginan dan daya beli masing-masing.
d)    Memaksimumkan kualitas hidup, dengan adaya sistem pemasaran, kualitas, persediaan dan harga barang akan lebih berkembang yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan atau kualitas hidup masyarakat.
6.     Pendekatan dalam mempelajari pemasaran
Ø  Pendekatan serba lembaga adalah cara mempelajari pemasaran ditinjau dari sudut lembaga yang terdapat diantara produsen dan konsumen. Institutional approach mempelajari hanya satu segmen, yaitu lembaganya dan penghubung antara produsen dengan konsumen.
Contoh : pedagang besar/wholesaler dan pedagang kecil retailer, CV, Firma, koperasi, bank, asuransi dan sebagainya.functional approach
Ø  Pendekatan Serba Fungsi Jumlah dan macam dari fungsi ini tergantung pada macam produk dan kebiasan dalam perdagangan.
Ø  Pendekatan Serba Barang atau disebut juga pendekatan organisasi industri, merupakan suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaimana barang-barang tertentu berpindah dari titik produksi ke konsumen akhir atau konsumen industri.
Ø  Pendekatan Serba Manajemen mempelajari pemasaran dengan menitik beratkan pada pendapatan manajer serta keputusan yang mereka ambil.
Ø  Pendekatan Serba Sistem atau pendekatan sistem total ini mencangkup elemen-elemen yang luas dalam sistem pemasaran, termasuk pendekatan serba fungsi, manajemen, produk dan lembaga.






Daftar pustaka :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STRUKTUR ORGANISASI PT.ASABRI

STRUKTUR ORGANISASI PT.ASABRI MATA KULIAH SUMBER DAYA MANUSIA Sumber :   http://asabri.co.id/page/6/Struktur_Organisasi