Rabu, 11 Januari 2017

BAB 11 Akuntansi dan Laporan Keuangan


1.         Definis Akuntansi
Definisi pertama mengenai akuntansi adalah definisi yang dikemukakan oleh ABP Statement No. 4 dalam Smith Skousen (1995 : 3), akuntansi adalah suatu aktivitas jasa. Fungsinya adalah menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam menetapkan pilihan-pilihan yang logis diantara berbagai tindakan alternatif.
Menurut American  Insitute of Certified Public Accounting (AICPA) dalam Harahap (2003) mendefinisikan akuntansi sebagai seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya. Sedangkan pengertian akuntansi menurut Rudianto mendefenisikan bahwa akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu badan usaha.
Dan pengertian menurut Charles T. Horngren, dan Walter T.Harrison (Horngren Harrison,2007:4) menyatakan bahwa: Akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan. Sekalipun ada banyak pengertian ataupun definisi akuntansi dari berbagai ahli, yang diantaranya sebagaimana dijabarkan diatas. Namun dalam lidah pelaku usaha dan bisnis akuntansi lebih popular disebut sebagai “bahasa bisnis”, atau lebih tepat disebut bahasa pengambilan keputusan.

2.              Fungsi Akuntansi
Akuntansi seringkali dinyatakan sebagai bahasa perusahaan yang berguna untuk memberikan informasi yang berupa data-data keuangan perusahaan yang dapat digunakan guna pengambilan keputusan. Setiap perusahaan memerlukan dua macam informasi  tentang perusahaannya yaitu informasi mengenai nilai perusahaan dan informasi tentang laba/rugi usaha. Kedua informasi tersebut berguna untuk :
a.       Mengetahui besarnya modal yang dimiliki perusahaan
b.       Mengetahui perkembangan ayau maju mundurnya perusahan
c.       Sebagai dasar untuk perhitunngan pajak
d.       menjelaskan keadaan perusahaan sewaktu-waktu memrlukan kredit dari bank atau pihak lain
e.       Dasar untuk menentukan kebijakan yang akan ditempuh
f.        Menarik minat investor saham jika perusahaan berbentuk perseroan terbatas.
Untuk memperoleh informasi-informasi tersebut diatas, pengusaha hendaknya mengadakan catatan yang teratur mengenai transaksi-transaksi yang dilakukan perusahaan yang dinyatakan dalam satuan uang.

3.            Pihak-pihak yang Berkepentingan :
1. Pihak Internal
Pihak internal adalah pihak yang berada dalam struktur organisasi. Manajemen adalah pihak yang paling membutuhkan laporan akuntansi yang tepat dan akurat untuk mengambil keputusan yang baik dan benar. Contohnya seperti manajer yang melihat posisi keuangan perusahaan untuk memutuskan apakah akan membeli gedung untuk kanntor cabang baru atau tidak.
2. Pihak Eksteral / External
a. Investor
Investor membutuhkan informasi keuangan perusahaan untuk menentukan apakah akan menanamkan modalnya atau tidak. Jika dalam prediksi investor akan memberikan keuntungan yang baik, maka investor akan menyetorkan modal ke perusahaan, dan begitu juga sebaliknya.
b. Pemegang saham / pemilik perusahaan
Para pemilik perusahaan yang mempunyai bagian saham perusahaan membutuhkan informasi keuangan perusahaan untuk dapat mengetahui sejauh mana kemajuan atau kemunduran yang dialami perusahaan. Pemegang saham akan mendapatkan keuntungan dari dividen yang akan semakin besar jika perusahaan untung besar.
c. Pemerintah
Besarnya pajak yang harus dibayarkan perusahaan atau organisasi kepada pemerintah sebagaian besar berdasarkan atas informasi pada laporan keuangan perusahaan.
d. Kreditur
Jika perusahaan sedang terdesak dan membutuhkan dana segar perusahaan mungkin akan meminjam uang pada kreditor seperti meminjam uang di bank, berhutang barang pada supplyer / pemasok. Kreditur akan memberikan dana jika perusahaan memiliki kondisi keuangan yang baik dan tidak akan memiliki potensi yang besar untuk merugi.
e. Pihak Lainnya
Sebenarnya masih banyak pihak lain dari luar perusahaan perusahaan yang mungkin saja akan menggunakan laporan / informasi akuntansi suatu organisasi seperti para karyawan, serikat pekerja, auditor akuntan publik, polisi, pelajar / mahasiswa, wartawan, dan banyak lagi lainnya.

4.       Prinsip Akuntansi
Dalam GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) mengenal konsep-konsep dan prinsip-prinsip akuntansi yang baik. Prinsip-prinsip itu adalah :
·         Konsep entitas (entity)
Konsep dari entitas harus jelas. Misal kita mendirikan bisnis dan teman kita memberikan modal 20 juta. Kita harus memisahkan 20 juta ini dari harta kita. Kita tidak boleh mencampur adukkan harta perusahaan dan harta pribadi kita.
Untuk melihat kinerja dari bisnis-bisnis unit perusahaan, akan lebih baik kalau entitas-entitas bisa dipisahkan. Misalnya entitas untuk penjualan merek mobil A dipisahkan dengan entitas penjualan merek B, dipisahkan dengan merek C dan sebagainya. Dengan pemisahan ini maka kita bisa melihat kinerja dari masing-masing unit bisnis.
·         Prinsip reliabilitas (reliability priciple)
Data yang dimasukkan ke dalam laporan euangan haruslah data yang benar-benar bisa dihandalkan. Contoh umum adalah mengenai tanah dan bangunan. Saat kita memulai usaha dan menggunakan bangunan milik kita, berapa kita akan menghargai. Mungkin ada perbedaan penaksiran antara kita dan ahli bangunan. Dalam kasus ini nilai yang dimasukkan seharusnya mengikuti ahli bangunan
·         Prinsip biaya (cost principle)
Misal kita membeli laptop 3 juta dari sebuah toko yang sedang cuci gudang. Padahal harga pasaran saat itu 4 juta. Nilai yang kita masukkan adalah 3 juta.
·         Konsep Going Concern
Prinsip ini menyatakan bahwa kita menganggap perusahaan akan terusa berjalan dalam tahun-tahun ke depan. Tidak ada asumsi bahwa perusahaan akan tutup
·         Moneter yang stabil
Nilai mata uang bisa mengalami perubahan. Meskipun demikan kita harus mengansumsikan bahwa pertukaran mata uang adalah stabil.

5.       Pengertian laporan keuangan
Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi perusahaan, Kondisi perusahaan yang dimaksud adalah keadaan keuangan perusahaan pada tanggal tertentu (untuk neraca) dan periode tertentu (untuk laporan laba rugi).
Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan:
“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga”


6.       Isi laporan keuangan :
1)      Neraca
Neraca juga disebut sebagai “Pernyataan Posisi Keuangan,” artinya: bagaimana posisi keuangan perusahaan anda ‘pada saat tertentu’ (katakanlah per 30 Juni, atau 31 Desember). Secara harfiah, pernyataan ini menunjukan posisi keuangan pada saat tertentu (snapshot), mengenai:
Ø  Apa yang dimiliki oleh perusahaan anda (Aset/Asset)
Ø  Berapa kewaiban perusahaan terhadap pihak lain (Hutang/Liability)
Ø  Berapa besarnya modal yang terkumpul (Modal/Shareholder’s Equity)
Selama satu periode tertentu (sebulan/1 kwartal/1 semester/1 tahun) berbagai transaksi dicatat, dampak dari setiap transaksi atas aset dan kewajiban bisnis juga dicatat. Sebagai contoh, ketika anda membuat penjualan tunai, anda tidak hanya pendapatan merekam pendapatan, tapi juga merekam peningkatan nilai asset, yaitu: saldo kas anda. Ketika mengeluarkan biaya, anda tidak hanya mencatat jumlah beban, tetapi juga mencatat penurunan nilai uang tunai anda. Inilah sebabnya mengapa disebut Akuntansi “double entry”!
Perbedaan antara aset dan kewajiban perusahaan merupakan nilai buku ekuitas pemilik dalam bisnis. Dalam korporasi, ini disebut sebagai ekuitas pemegang saham. Neraca digunakan terutama untuk membantu kita memahami kekuatan keuangan bisnis. Perubahan dalam akun-akun neraca dari waktu ke waktu membantu kita memahami tren penting dalam bisnis juga.

2. Laporan laba rugi

Laporan laba rugi juga dapat disebut sebagai pernyataan (statement) itu sebabanya orang asing sering menyebutnya ‘Income Statement’. Laporan ini bercerita tentang apa yang benar-benar dicapai oleh bisnis anda selama ‘periode waktu’ tertentu (misalnya: 1 s/d 30 Juni 2011) yang mencakup “Pernyataan Aktivitas.”. Hal itu dilakukan dengan cara meringkas hasil ekonomi dari semua transaksi yang terjadi selama periode waktu itu, dan menunjukan apakah anda memeperoleh atau kehilangan uang akibat dari kegiatan operasional perusahaan anda selama periode tersebut.
Anda dapat belajar banyak tentang bisnis anda dari menganalisis Laporan Laba Rugi. Mengetahui apakah anda mendatangkan uang atau kehilangan uang saja tidak cukup. Laporan atau pernyataan ini juga dapat digunakan untuk memahami dimana persisnya uang anda berputar setiap bulannya. Dan yang terpenting: apakah digunakan secara efisien atau tidak? Lebih jauh lagi. Anda dapat membandingkan kategori pengeluaran dan pendapatan yang berbeda-beda dalam presentase dari bulan-ke-bulan. Anda juga bisa melihat: Penjualan, harga pokok penjualan, dan tren belanja. Anda bisa memperoleh ide yang melimpah dari setiap perubahan yang anda butuhkan untuk membuat perusahaan anda menjadi lebih menguntungkan. Tren negatif pada laporan laba rugi adalah penting untuk menyelidiki apa yang terjadi sesungguhnya, dimana inefisiensi terjadi—bukan untuk mengabaikannya.

3. Pernyataan arus kas
Laporan Arus Kas menjelaskan perubahan yang terjadi dalam saldo Kas anda dari awal sampai akhir periode, yaitu dengan memecah aktivitas bisnis anda ke dalam tiga bagian:
1)      Arus (aliran) kas dari kegiatan operasional perusahaan
2)      Arus (aliran) kas dari kegiatan investasi (misalnya, dana yang digunakan untuk membeli aset untuk menjalankan bisnis)
3)      Arus (aliran) kas dari aktivitas pendanaan (seperti dana pinjaman atau pengembalian pinjaman)
Mengetahui ‘kemana perginya dan dari mana datangnya’ uang anda setiap bulan sangatlah penting, apapun jenis bisnis yang anda jalankan. Dan Laporan Arus Kas menyajikannya dengan sangat baik dan jelas.
Memahami kisah perjalanan bisnis anda seperti yang diceritakan melalui Laporan Keuangan anda, adalah alat yang ampuh untuk sukses berbisnis. Begitu anda memahami isinya dengan baik,  anda akan mulai merasakan manfaat kehadirannya. Dan saat itu saya jamin anda tidak akan menyesal pernah meluangkan waktu untuk sekedar membaca dan memahami isi Laporan Keuangan perusahaan anda. Kedepannya, anda bahkan berpikir tidak akan bisa menjalankan usaha tanpa melihat Laporan Keuangan

7.       Bentuk Neraca
Bentuk Neraca secara umum dalam laporan keuangan ada 2 yaitu bentuk Staffel dan Scontro. Berikut ini bentuknya :
1. Neraca Bentuk Staffel
Neraca Bentuk staffel adalah bentuk neraca yang disusun dengan menyusun kebawah dan melektakkan saldo pada bagian samping dengan kolom debet kredit. Tabel neraca ini mirip dengan Model Jurnal Umum. Atau secara jelas kami tampilkan gambar seperti ini :

2. Neraca Bentuk Scontro
Neraca Bentuk Scontro adalah neraca yang memisahkan antara Aktiva dan Vasiva pada posisi kanan dan kiri atau saling sebelah menyeblah yang biasa kita lihat atau model dan bentuknya seperti ini :

Yang termasuk dalam Aktiva adalah Asset perusahaan sedangkan vasiva adalah kewajiban perusahaan baik pada pihak ketiga dan pemilik modal.
Kita melihat kedua bentuk neraca di atas hanya memiliki perbedaan tipis yaitu seblah menyeblan dan bersusun saja. Tapi jumlah atau saldo neraca tetap sama.



8.       Laporan laba rugi
Suatu laporan yang memberikan informasi keberhasilan yang di capai atau kegagalan yang menimpa suatu perusahaan di dalam menjalankan usahanya dalam jangka waktu (periode) tertentu yang dinilai atau diukur dengan jumlah satuan uang. Rugi atau laba perusahaan dapat dihitung dengan perbandingan antara jumlah pendapatan dan jumlah beban selama satu periode akuntansi. Jika jumlah pendapatan lebih besar dibandingkan jumlah beban maka perusahaan tersebut mendapatkan laba. Sebaiknya jumlah pendapatan lebih kecil dibandingkan jumlah beban maka perusahaan tersebut menderita kerugian.
Dalam menyusun laporan rugi laba perlu diperhatikan judul; laporan, yang memuat nama perusahaan, nama lapopran dan periode laporan tersebut dengan penulisan secara berturut-turut menjadi tiga baris.
Adapun unsur – unsur dari laporan rugi-laba adalah sebagai berikut:
1. Pendapatan
Pendapatan perusahaan selama satu periode akuntansi ini harus kita rinci, mana yang termasuk pendapatan yang merupakan usaha pokok (pendapatan operasional) dan mana yang merupakan pendapatan diluar usaha pokok (pendapatan non operasional).
2. Beban
Demikian juga beban yang dikeluarkan oleh perusahaan selama satu periode akuntansi harus kita perinci mana yang termasuk beban operasional yaitu beban yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatan usaha pokok perusahaan, dan beban non operasional yaitu beban yang di krluarkan untuk membiayai kegiatan diluar usaha pokok perusahan.
3. Saldo rugi-laba
Saldo rugi-laba itu kita peroleh dengan jalan membandingkan antara jumlah rincian pendapatan danjumlah rincian tersebut diatas.

9.       Bentuk laporan laba rugi
Bentuk laporan rugi-laba dapat dibuat dalam dua bentuk yaitu:
a. Laporan rugi-laba berbentuk single step
Bentuk ini juga disebut bentuk langsung yaitu bentuk laporan rugi-laba yang menggabungkan semua unsur pendapatan menjadi satu kelompok dan semua beban menjadi satu kelompok. Cara menyusunnya adalah bagian pertama adalah perincian pendapatan baik pendapatan operasional maupun pendapatan non oiperasional. Kemudian bagian kedua merupakan perincian beban baik beban operasional maupun beban non operasional. Setelah itu bagian ketiga adalah saldo rugi-laba yang merupakan selisih antara juml;ah perincian pendapatan dan jumlah perincian beban.
b. Laporan rugi-laba berbentuk multiple step
Bentuk ini juga disebut bentuk bertahap yaitu bentuk laporan rugi-laba yang unsur pendapatan maupun beban dipisahkan atas dasar operasional dan usaha non operasional dan usaha non operasional. Cara penyusunannya adalah sebagai berikut :

Bagian pertama adalah perincian pendapatan operasional, kemudian bagian kedua adalah perincian beban operasional. Bagian keempat untuk memerinci pendpatan maupun beban non oprasoinl, kemudian bagian terakhir untuk mencari saldo rugi – laba bersih.
Dalam menyusun laporan rugi – laba sebaiknya unsus beban disusun secara urut dari jumlah terbesar ke jumlah terkecil kecuali unutk beban serba – serbi atau beban lain – lain.

Ø  Bentuk single step
Di bawah ini daftar rekening nomnal sebuah perusahaan Bengkel Mobil Anugerah pada tanggal 31 Desember 1991.

Beban gaji                                                   Rp. 3.500.000,00
Pendapatan servis                                      Rp. 6.450.000,00
Beban perlengkapan bengkel                     Rp. 2.330.000,00
Beban administrasi bank                             Rp. 156.000,00
Pendapatan cat duco                                  Rp. 7.200.000,00
Beban Penyususutan bengkel                    Rp. 1.500.000,00
Pendapatan bunga                                     Rp. 1.345.000,00
Beban perlengkapan kantor                       Rp. 845.000,00
Beban penyusutan peralatan kantor          Rp. 1.200.000,00
Beban lain-lain                                           Rp. 450.000,00

Ø  Bentuk multiple step
BENGKEL MOBIL ANUGERAH

Perhitungan Rugi – Laba
Untuk periode yang berakhir 31 Desember 1991
Pendapatan :
– Pendapatan cat duko                              Rp. 7.200.000,00
– Pendapatan servis                                  Rp. 6.450.000,00
– Pendapatan bunga                                 Rp. 1.345.000,00 +
Jumlah pendapatan                                   Rp. 14.995.000,00

Beban :
– Beban gaji                                               Rp. 3.500.000,00
– Beban perlengkapan bengkel                 Rp. 2.330.000,00
– Beban penyusutan peralatan kantor       Rp. 1.500.000,00
– Beban penyusutan kantor                       Rp. 1.200.000,00
– Beban perlengkapan kantor                    Rp. 845.000,00
– Beban administrasi Bank                         Rp. 156.000,00
– Beban lain – lain                                      Rp. 450.000,00 +

Jumlah beban                                             Rp. 9.981.000,00 _
Laba bersih                                                Rp. 5.014.000,00

10.   Tujuan laporan keuangan
Tujuan dan fungsi laporan keuangan secara umum adalah :
1.    Kepatuhan dan Pengelolaan (compliance and stewardship)
Laporan keuangan digunakan untuk memberikan jaminan kepada pengguna laporan keuangan dan pihak otoritas penguasa agar pengelolaan sumber daya sesuai dengan ketentuan hokum dan peraturan yang ditetapkan.
2.    Akuntabilitas dan Pelaporan Retrospektif (accountability and retrospective reporting)
Laporan keuangan digunakan untuk memonitor kinerja dan mengevaluasi manajemen, memberikan dasar untuk mengamati trend antar kurun waktu, pencapaian atas tujuan yang ditetapkan, dan membandingkannya dengan kinerja organisasi lain yang sejenis jika ada.
3.    Perencanaan dan Informasi Otorisasi (planning and authorization information)
Laporan keuangan berfungsi untuk memberikan dasar perencanaan kebijakan dan aktivitas dimasa dating, juga memberikan informasi pendukung mengenai otorisasi penggunaan dana.
4.    Kelangsungan organisasi (viability)
Laporan keuangan berfungsi untuk membantu pembaca dalam mementukan apakah suatu organisasi atau unit kerja dapat meneruskan menyediakan barang dan jasa (pelayanan) dimasa mendatang.
5.    Hubungan Masyarakat (public relation)
Laporan keuangan berfungsi untuk memberikan kesempatan kepada organisasi untuk mengemukakan pernyataan atas presentasi yang dicapai kepada pemakai yang dipengaruhi karyawan dan masyarakat, juga sebagai alat komunikasi antara public dan pihak yang berkepentingan.
6.    Sumber fakta dan gambaran (source of facts and figures)
Bagi organisasi pemerintahan, tujuan umum akuntansi dan Laporan keuangan adalah :
i.    Memberikan informasi guna pembuatan keputusan ekonomi, sosial dan politik serta sebagai bukti pertanggungjawaban dan pengelolaan.
ii.    Memberikan informasi guna mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional.

Laporan keuangan untuk mendukung pembuatan keputusan ekonomi, sosial, dan politik meliputi informasi yang digunakan untuk :
a.      Membandingkan kinerja keuangan actual denga yang dianggarkan.
b.      Menilai kondisi keuangan dan hasil – hasil operasi.
c.      Membantu meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang terkait dengan masalah keuangan dan ketentuan lainnya.
d.      Membantu dan mengevaluasi efisiensi dan efektivitas.

Dalam konteks akuntansi sektor publik, jenis informasi yang diberikan untuk pengambilan keputusan adalah terbatas pada informasi yang bersifat financial saja. Informasi financial disini adalah informasi yang dapat diukur dengan satuan monometer. Secara rinci tujuan akuntansi dan laporan keuangan organisasi pemerintah adalah :
a.    Menentukan dan memprediksi aliran kas, saldo neraca, dan kebutuhan sumber daya finansial jangka pendek unit pemerintah.
b.    Menentukan dan memprediksi kondisi ekonomi suatu unit pemerintah dan perubahan – perubahan yang terjadi di dalamnya.
c.    Memonitor kinerja, kesesuaiannya dengan peraturan perundang – undangan, kontrak yang telah disepakati, dan ketentuan lain yang disyaratkan.
d.    Memberikan informasi untuk perencanaan dan penganggaran, serta untuk memprediksi pengaruh akuisisi dan alokasi sumber daya terhadap pencapaian tujuan operasional.
e.    Memberikan informasi untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional :
·         Untuk menentukan biaya program, fungsi, dan aktivitas sehingga memudahkan analisis dan melakukan perbandingan dengan criteria yang telah ditetapkan, membandingkan dengan kinerja periode – periode sebelumnya, dan dengan kinerja unit pemerintah lain
·         Untuk mengevaluasi tingkat ekonomi dan efisiensi operasi, program, aktivitas, dan fungsi tertentu di unit pemerintah
·         Untuk mengevaluasi hasil suatu program, aktivitas, dan fungsi serta efektivitas terhadap pencapaian tujuan dan target
·         Untuk mengevaluasi tingkat pemerataan (equality) dan keadilan (equity)


Referensi   :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STRUKTUR ORGANISASI PT.ASABRI

STRUKTUR ORGANISASI PT.ASABRI MATA KULIAH SUMBER DAYA MANUSIA Sumber :   http://asabri.co.id/page/6/Struktur_Organisasi