Nama : Debby
Silvia Putri
NPM : 21216756
Kelas : 2EB19
ALIRAN KOPERASI
A.
LATAR BELAKANG TIMBULNYA ALIRAN KOPERASI
Perbedaan
aliran dalam koperasi berkaitan erat dengan factor ideology dan pandangan
hidup(way of life) yang di anut oleh Negara dan masyarakat yang bersangkutan.
Secara garis besar, ideology Negara-negara didunia ini dapat dikelompokan
menjadi 3:
Ø Liberalisme
/ komunisme
Ø Sosialisme
Ø Tidak
termasuk liberalism maupun sosialisme
Impelementasi
dari masing-masing ideology ini melahirkan system perekonomian yang
berbeda-beda.
B. KETERKAITAN
IDEOLOGI, SYSTEM PEREKOMIAN, DAN ALIRAN KOPERASI
Keterkaitan ideology,
system perekonomian, dan aliran koperasi yang dianut oleh berbagai negara dapat
digambarkan sebagai berikut.
Perbedaan ideologi
suatu bangsa akan mengakibatkan perbedaan sistem perekonomiannya dan tentunya
aliran koperasi yang dianutpun akan berbeda. Sebaliknya, setiap sistem
perekonomian suatu bangsa juga akan menjiwai ideologi bangsanya dan aliran
koperasinya pun akan menjiwai sistem perekonomian dan ideologi bangsa tersebut.
Hubungan masing-masing ideologi, sistem perekonomian dengan aliran koperasi
dapat dilihat sebagai berikut.
ALIRAN KOPERASI
Paul Hubert
Casselman membaginya menjadi 3 aliran, adalah sebagai berikut:
1.
Aliran
yardstick
Aliran ini pada umumnya dijumpai pada negara-negara
yang berideologi kapitalis atau yang menganut system perekonomian liberal.
Menurut aliran ini, koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi,
menetralisasikan, dan mengoreksi berbagai keburukan yang dimbulkan system
kapitalisme. Walaupun demikian, aliran ini menyadari bahwa organisasi koperasi
sebenarmya kurang berperan penting dalam masyarakat., khususnya sistem dan
struktur perekonomiannya.
Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat
netral. Hal ini berarti, pemeintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh
bangunnya koperasi di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah memperlakukan
koperasi dengan swasta secara seimbang dalam pengembangan usaha. Jadi, maju
tidaknya koperasi tetap terletak di tangan anggota koperasi sendiri.
Pengaruh aliran ini cukup kuat, terutama di
negara-negara barat dimana industri berkembang dengan pesat di bawah sistem
kapitalisme, seperti Amerika Serikat, Prancis, Swedia, Denmark, dan lain-lain.
2.
Aliran
sosialis
Lahirnya
aliran ini tidak terlepas dari berbagai keburukan yang di timbulkan oleh
kapitalisme. Karena itu, pada abad XIX, pertumbuhan koperasi di negara-negara
barat sangat didukung oleh kaum sosialis. Menurut aliran ini, koperasi di
pandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan
masyarakat, di samping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi
koperasi. Akan tetapi dalam perkembangannya, kaum sosialis kurang berhasil memanfaatkan
koperasi bagi kepentingan mereka. Kemudian, kaum sosialis yang di antaranya
berkembang menjadi kaum komunis mengupayakan gerakan koperasi sebagai alat
sistem komunis itu sendiri. Koperasi di jadikan sebagai alat pemerintah dalam
menjalankan program-programnya. Dalam hal ini, otonomi koperasi menjadi hilang.
Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di Negara-negara Eropa Timur dan Rusia.
3.
Aliran
persemakmuran (commonwealth )
Aliran
persemakmuran (commonwealth) memandang koperasi sebagai alat yang efsien dan
efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat. Hubungan pemerintah
dengan gerakan koperasi bersifatkemitraan (partnership) , dimana pemerintah
bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan
baikd. Dalam tulisanya di harian KOMPAS( 8 agustus 1984) yang berjudul
kemakmuran masyarakat berazaskan koperasi,E.D. damanik membagi koperasi menjadi
4 aliran atau school of cooperatives berdasarkan peranan dan fungsinya dalam
konstelansi perekonomian Negara, yakni:
·
Cooperative commonwealth school
·
School of modified atau juga di sebut school of
competitive yardstick
·
The socialist school
·
Cooperative sector school
Cooperative commonwealth school
Aliran ini
merupakan cerminan sikap yang menginginkan dan memperjuangkan agar
prinsip-prinsip koperasi diberlakukan pada bagian luas kegiatan manusia dan
lembaga, sehingga koperasi memberi pengaruh dan kekuatan yang dominan di tengah
masyarakat. M.Hatta, wakil presiden pertama RI dalam pidatonya 23 Agustus 1945
dengan judul ”Indonesia’s Aims and Ideals”, mengatakan bahwa, yang dikehendaki
bangsa Indonesia adalah suatu kemakmuran masyarakat yang berasaskan koperasi
(what we Indonesians want to brng into existence is a Cooperative Commonwealth)
Nama Kelompok 5 : 1. Debby Silvia Putri (21216756)
2. Iin Yuliana (23216390
3. Sri Winarti (28216015)
Referensi :
KOPERASI Teori dan Praktik (Arifin Sitio-Halomoan
Tamba)
Sumber Buku : Koperasi Teori dan Praktik
Penulis : 1.
Drs. Arifin Sitio, M.Sc
2.
Ir.Halomoan Tamba, M.B.A
Link ebook Koperasi Teori dan Praktik : https://books.google.co.id/books?id=O48Js7aV3X0C&pg=PA4&lpg=PA4&dq=keterkaitan+ideologi+sistem+perekonomian+dan+aliran+koperasi&source=bl&ots=Wg1RSeeNWt&sig=RzcaXSu7Y-3sFEt4JqM7DqpO4yE&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwiS7dGLy8HWAhXIQY8KHTX9DV84ChDoAQg_MAQ#v=onepage&q=keterkaitan%20ideologi%20sistem%20perekonomian%20dan%20aliran%20koperasi&f=false



Tidak ada komentar:
Posting Komentar