Kamis, 05 Oktober 2017

EKONOMI KOPERASI TM.1

Nama : Debby Silvia Putri
NPM :  21216756
Kelas : 2EB19

ALIRAN KOPERASI
A.       LATAR BELAKANG TIMBULNYA ALIRAN KOPERASI
Perbedaan aliran dalam koperasi berkaitan erat dengan factor ideology dan pandangan hidup(way of life) yang di anut oleh Negara dan masyarakat yang bersangkutan. Secara garis besar, ideology Negara-negara didunia ini dapat dikelompokan menjadi 3:
Ø  Liberalisme / komunisme
Ø  Sosialisme
Ø  Tidak termasuk liberalism maupun sosialisme
Impelementasi dari masing-masing ideology ini melahirkan system perekonomian yang berbeda-beda.
B.      KETERKAITAN IDEOLOGI, SYSTEM PEREKOMIAN, DAN ALIRAN KOPERASI
Keterkaitan ideology, system perekonomian, dan aliran koperasi yang dianut oleh berbagai negara dapat digambarkan sebagai berikut.

Perbedaan ideologi suatu bangsa akan mengakibatkan perbedaan sistem perekonomiannya dan tentunya aliran koperasi yang dianutpun akan berbeda. Sebaliknya, setiap sistem perekonomian suatu bangsa juga akan menjiwai ideologi bangsanya dan aliran koperasinya pun akan menjiwai sistem perekonomian dan ideologi bangsa tersebut. Hubungan masing-masing ideologi, sistem perekonomian dengan aliran koperasi dapat dilihat sebagai berikut.
ALIRAN KOPERASI
Paul Hubert Casselman membaginya menjadi 3 aliran, adalah sebagai berikut:
1.      Aliran yardstick
Aliran ini pada umumnya dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut system perekonomian liberal. Menurut aliran ini, koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan, dan mengoreksi berbagai keburukan yang dimbulkan system kapitalisme. Walaupun demikian, aliran ini menyadari bahwa organisasi koperasi sebenarmya kurang berperan penting dalam masyarakat., khususnya sistem dan struktur perekonomiannya.
Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat netral. Hal ini berarti, pemeintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah memperlakukan koperasi dengan swasta secara seimbang dalam pengembangan usaha. Jadi, maju tidaknya koperasi tetap terletak di tangan anggota koperasi sendiri.
Pengaruh aliran ini cukup kuat, terutama di negara-negara barat dimana industri berkembang dengan pesat di bawah sistem kapitalisme, seperti Amerika Serikat, Prancis, Swedia, Denmark, dan lain-lain.
2.      Aliran sosialis
Lahirnya aliran ini tidak terlepas dari berbagai keburukan yang di timbulkan oleh kapitalisme. Karena itu, pada abad XIX, pertumbuhan koperasi di negara-negara barat sangat didukung oleh kaum sosialis. Menurut aliran ini, koperasi di pandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, di samping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi. Akan tetapi dalam perkembangannya, kaum sosialis kurang berhasil memanfaatkan koperasi bagi kepentingan mereka. Kemudian, kaum sosialis yang di antaranya berkembang menjadi kaum komunis mengupayakan gerakan koperasi sebagai alat sistem komunis itu sendiri. Koperasi di jadikan sebagai alat pemerintah dalam menjalankan program-programnya. Dalam hal ini, otonomi koperasi menjadi hilang. Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di Negara-negara Eropa Timur dan Rusia.
3.      Aliran persemakmuran (commonwealth )
Aliran persemakmuran (commonwealth) memandang koperasi sebagai alat yang efsien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat. Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifatkemitraan (partnership) , dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baikd. Dalam tulisanya di harian KOMPAS( 8 agustus 1984) yang berjudul kemakmuran masyarakat berazaskan koperasi,E.D. damanik membagi koperasi menjadi 4 aliran atau school of cooperatives berdasarkan peranan dan fungsinya dalam konstelansi perekonomian Negara, yakni:
·         Cooperative commonwealth school
·         School of modified atau juga di sebut school of competitive yardstick
·         The socialist school
·         Cooperative sector school

Cooperative commonwealth school
Aliran ini merupakan cerminan sikap yang menginginkan dan memperjuangkan agar prinsip-prinsip koperasi diberlakukan pada bagian luas kegiatan manusia dan lembaga, sehingga koperasi memberi pengaruh dan kekuatan yang dominan di tengah masyarakat. M.Hatta, wakil presiden pertama RI dalam pidatonya 23 Agustus 1945 dengan judul ”Indonesia’s Aims and Ideals”, mengatakan bahwa, yang dikehendaki bangsa Indonesia adalah suatu kemakmuran masyarakat yang berasaskan koperasi (what we Indonesians want to brng into existence is a Cooperative Commonwealth)
Perbedaan Aliran Koperasi :


Nama Kelompok 5 : 1. Debby Silvia Putri              (21216756)
                                                 2. Iin Yuliana                                (23216390
                                                           3.   Sri Winarti                                        (28216015)

Referensi :


KOPERASI Teori dan Praktik (Arifin Sitio-Halomoan Tamba)
Sumber Buku     : Koperasi Teori dan Praktik
Penulis : 1. Drs. Arifin Sitio, M.Sc
           2.  Ir.Halomoan Tamba, M.B.A


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STRUKTUR ORGANISASI PT.ASABRI

STRUKTUR ORGANISASI PT.ASABRI MATA KULIAH SUMBER DAYA MANUSIA Sumber :   http://asabri.co.id/page/6/Struktur_Organisasi