Rabu, 03 Mei 2017

Seminar Internasional 1

  “The future of Global Infrastuktur Vision forward sustainable cities”

Hari/tanggal                 : Rabu, 5 april 2017
Tempat                        : Universitas Gunadarma kampus D
Pembicara                    : 1.  Dr. Muhammad Cholifihani SE,MA.
                                     2. Ahmad Nur Fauzie (PT. JAKARTA INDUSTRAL ESTATF PULOGADUNG)
                                      3. Trisnadi Yurisman
                                      4. Ibrahim Shoukry
Moderator          :        Muhammad Rizky Rizaldy
                Pada tanggal 25 september 2015 di sekertariat PBB, New York membahas mengenai pertumbuhan ekonomi yang eksklusif yang berkelanjutan, ada 17 butir agenda berkelanjutan untuk tahun 2030. Karena pada tahun 2030 pembangunan tata kota akan bertumbuh. Ada 7 kata prinsip kota hijau yang berkelanjutan:
1.       Akses terhadap perumahan yang layak
2.       Akses transport terjangkau dan aman
3.       Urbanisasi yang berkelanjutan
4.       Kesehatan
5.       Kelestarian lingkungan
6.       Ruang-ruang public yang layak
7.       Warisan budaya dan alam
Menurut RPJMN Kebutuhan infrastuktur perumahan yang ada di Indonesia mencapai rp. 4.796 triliun . kebutuhan rumah untuk memenuhi pertu,nuhan penduduk sebesat 800.000 unit per tahun, sementara kekurangan rumah dalam 20 tahun untuk memenuhi blaclog kebutuhan rumah sebesar 585.000 pertahun. Jadi total kebutuhan rumah 1.385.000munit pertahun. Sementara ada maslah urbanisasi terkait perumahan yaitu:
1.       Pertumbuhan rata-rata populasi masyarkat perkotaan mencapai 4,1% pertahun (2000-2010)
2.       Pada tahun 2012populasi masyarakat perkotaan mencapai 52% dari total populasi
3.       Keterbatasan APBN, produktivitas tenaga kerja yang rendah, tingginya ketimpangan, dan kekurangan ketersediaan rumah yang terjangkau akan mengurangi keuntungan dari terjadinya urbanisasi.
4.       Kekurangan ketersediaan rumah yang terjangkau menjadi masalah perkotaan seperti peningkatan daerah kumuh.
5.       Di perkirakan 22% masyarakat Indonesia tinggal di daerah kumuh.
Kemampuan membeli rumah di Indonesia :
1.       40% dengan jumlah penghasilan Rp. 7,1-20 juta bisa membeli rumah sendiri
2.       40% dengan jumlah penghasilan Rp. 3,6-6 juta  memiliki kemampua membeli rumah dengan bantuan pemerintah (subsidi)
3.       20% dengan jumlah penghasilan Rp. 2,3-4,9 juta tidak memiliki kemampuan sama sekali untuk membeli rumah.
Kondisi pasar pembiayaan syariah pertumbuhan di Indonesia terjadi peningkatan outstanding KPR syariah setiap  bulanya. Pada bulan desember 2016 data menunjukan outstadinng KPR syariah sebesar Rp. 51.195 miliar, lebih besar dari bulan November 2016 yaitu sebesar Rp. 50.408 miliar, peforma KPR syaria pun dinilai baik, terlihat dari nilai KPR syariah cukup rendah yaiyu 2,91% pada bulan desember 2016 lebih rendah dari bulan sebelumnya yaitu sebesar 2,48%.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STRUKTUR ORGANISASI PT.ASABRI

STRUKTUR ORGANISASI PT.ASABRI MATA KULIAH SUMBER DAYA MANUSIA Sumber :   http://asabri.co.id/page/6/Struktur_Organisasi